Jelang Pemilu, Ramadhan dan Idul Fitri, Ketersediaan BBM Dijaga dengan Baik

- Jurnalis

Jumat, 9 Februari 2024 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jateng – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kembali meminta Badan Usaha menjaga keandalan pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jelang gelaran Pemilihan Umum serta datangnya bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1445 H mendatang. Kepala BPH Migas Erika Retnowati menyampaikan, terjaminnya pasokan dan distribusi BBM sangat penting untuk menunjang kegiatan masyarakat. 
“BPH Migas bertugas memastikan ketersediaan BBM itu bisa mencukupi kebutuhan masyarakat. Kita minta supaya Badan Usaha siap-siap, supaya stok BBM mencukupi,” terangnya dalam kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI di kantor PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (7/2/24). 
Erika yang didampingi Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief dan Harya Adityawarman, juga menyoroti rencana shut down Kilang Balikpapan, turn around, dan tie in dari unit yang baru. “Tentu dari Kilang Cilacap ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan BBM yang tadinya dipenuhi oleh Kilang Balikpapan. Kita minta support dari Kilang Cilacap,” tegasnya. 
Di samping itu, dirinya berharap Kilang Cilacap dapat mendukung kelestarian alam dengan menghasilkan BBM yang lebih ramah lingkungan. “Di kawasan Jabodetabek tingkat emisinya sudah tinggi,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto melihat posisi strategis Kilang Cilacap yang menjadi bagian dari Refinery Development Master Plan (RDMP). Dari sisi kualitas produk yang dihasilkan, dirinya mengungkapkan Kilang Cilacap mampu memproduksi BBM dengan Research Octane Number (RON) yang tinggi. 
“Sebagaimana hari-hari ini kita disibukkan dengan persoalan-persoalan lingkungan, termasuk dalam hal BBM,” ujarnya.
Dengan infrastruktur yang memadai, Sugeng berharap Cilacap dan Banyumas akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. “Dengan berbasis dari petrochemical industry, manufaktur, dan industri pengolahan,” harapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menuturkan, pengembangan pemanfataan bahan bakar nabati sebagai campuran BBM di Indonesia telah menciptakan penghematan devisa. “Ke arah biodiesel dan atau nanti biofuel. Karena terbukti bisa mengurangi impor yang cukup signifikan. Kita punya tanaman kelapa sawit yang sangat banyak, produksi yang sangat besar, skala dunia,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Aditiyawarman menyampaikan overview yang meliputi kontribusi PT KPI pada tahun 2023, proses bisnis, struktur organisasi, future refinery, reduksi emisi, dekarbonisasi, Sustainable Aviation Fuel (SAF), serta peningkatan aspek keselamatan.
Turut hadir dalam kunjungan reses DPR RI ini, Anggota Komisi VII DPR RI Abdul Kadir Karding dan Rofiq Hananto, General Manager Refinery Unit IV Cilacap Edy Januari Utama, General Manager RDMP RU IV Cilacap Setyo Pitoyo.
*Peninjauan SPBU*
Setelah menghadiri kunjungan bersama DPR RI di Cilacap, BPH Migas meninjau salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah. 
Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief mengutarakan bahwa pihaknya selalu mengingatkan kepada penyalur untuk melakukan  improvement agar pendistribusian BBM, baik subsidi dan kompensasi tepat sasaran. “Solar dan Pertalite dapat disalurkan dengan baik, sesuai dengan aturan yang ada,” ucapnya.
Eman juga memberi perhatian kepada pengawas SPBU agar selalu memantau aktivitas melalui CCTV. “Setiap saat perlu dilakukan pengecekan CCTV, apakah itu saat pergantian shift, ada 3 shift, karena waktu operasional SPBU ini  24 jam. Kita harapkan pengawas ikut melihat rekaman. Apakah ada sesuatu yang menjadi perhatian SPBU ini untuk ditindaklanjuti,” urainya.
Hal serupa disampaikan Harya Adityawarman. Menurutnya, kapasitas penyimpanan data CCTV harus menjadi perhatian pengelola SPBU, karena didapati belum mencapai minimal 30 hari penyimpanan. 
“Kita ingatkan untuk segera dibenahi. Kalau tidak dibenahi, tentunya BPH Migas akan berikan sanksi,” ungkapnya.
Dalam pemantauan ini, dirinya juga menemukan adanya penggunaan Surat Rekomendasi di SPBU yang belum sesuai standar. “Kita minta supaya nanti pelayanan di SPBU harusnya menggunakan Surat Rekomendasi yang standar, sesuai aturan yang telah ditetapkan,” pungkasnya.
Turut hadir mendampingi pemantauan ini, Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Tegal Mahfud Nadyo Hantoro dan Sales Branch Manager PT PPN Cilacap dan Banyumas Andi Arifin.
Baca Juga :  Babinsa Koramil 01 Teluknaga Serda Adnan Ajak Masyarakat Desa Rawa Rengas Kerja Bakti
Baca Juga :  Cekcok Masalah Muntah di Mobil, Polisi Tangkap Driver Taksi Online yang Aniaya Penumpang

Berita Terkait

Personel TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai Lanjutkan Pekerjaan Flur Lantai dan Pemasangan Lisplang RTLH
Tokoh Masyarakat Tagih Janji Kapolsek Pasar Kemis, Akan Berantas Aksi Premanisme
Polres Metro Jakarta Pusat Musnahkan 109,8 Kg Sabu, Selamatkan 620 Ribu Jiwa Generasi Muda
BRI Kanca Pandeglang Berbagi Takjil Bersama Masjid Agung Ar-Rahman
Ramadan dan Urgensi ZIS di Tengah Realitas Indonesia Hari Ini
Kapolres Priok Hadiri Rapat Forkopimko Jakarta Utara, Bahas Koordinasi, Perkuat Sinergi Pengamanan Ramadhan & Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Panglima TNI Pimpin Upacara Penyerahan Jenazah dan Ikuti Upacara Pemakaman Wapres ke-6 RI
Operasi Ketupat 2026, Polri Siapkan 2.746 Posko Pengamanan hingga Pelayanan

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:25 WIB

Personel TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai Lanjutkan Pekerjaan Flur Lantai dan Pemasangan Lisplang RTLH

Selasa, 3 Maret 2026 - 18:02 WIB

Tokoh Masyarakat Tagih Janji Kapolsek Pasar Kemis, Akan Berantas Aksi Premanisme

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:34 WIB

Polres Metro Jakarta Pusat Musnahkan 109,8 Kg Sabu, Selamatkan 620 Ribu Jiwa Generasi Muda

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:16 WIB

BRI Kanca Pandeglang Berbagi Takjil Bersama Masjid Agung Ar-Rahman

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:44 WIB

Ramadan dan Urgensi ZIS di Tengah Realitas Indonesia Hari Ini

Berita Terbaru