Efektif di Februari 2025, Presiden Prabowo Subianto Anggarkan Rp3,2 Triliun untuk Cek Kesehatan Gratis!

- Jurnalis

Selasa, 7 Januari 2025 - 23:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medical Check Gratis di HUT. (Foto: Istimewa).

Medical Check Gratis di HUT. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, news.devilo.co – Presiden Prabowo Subianto memberikan pemeriksaan kesehatan (medical check up) gratis bagi masyarakat yang sedang berulang tahun mulai Februari 2025. Program ini menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar Rp 3,2 triliun.

Masyarakat yang sedang berulang tahun dapat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis dengan mengunjungi Puskesmas dan membawa kartu identitas (KTP).

Pemeriksaan kesehatan gratis ini mencakup 14 penyakit dan dibagi menjadi beberapa kelompok, mulai dari balita hingga lansia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juru bicara kantor komunikasi kepresidenan, Dedek Prayudi menyebut program ini akan khusus diberikan sebagai kado ulang tahun warga negara Indonesia.

“Mereka yang masuk dalam penerima layanan dan berulang tahun di awal tahun 2025, berhak mendapat kado ulang tahun dari Presiden Prabowo,” kata Dedek dalam rilis resmi KSP, Selasa (7/1/2025).

Terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI, Aji Muhawarman menekankan pelaksanaan skrining kesehatan gratis diusahakan bisa terlaksana dalam waktu dekat. Mengingat, secara infrastruktur relatif sudah siap di banyak wilayah.

Ada dua cara untuk bisa menggunakan fasilitas gratis skrining kesehatan di puskesmas atau layanan kesehatan terdekat. Bagi yang memiliki smartphone, disarankan untuk mendaftarkan diri terlebih dahulu di aplikasi SATU SEHAT.

“Untuk waktu akan sesegera mungkin dimulai di awal tahun. Masyarakat perlu punya aplikasi SATU SEHAT mobile di ponselnya untuk registrasi terlebih dahulu,” ungkap Aji.

Baca Juga :  Jaringan Golden Triangle Terbongkar, Polda Jabar Sita Puluhan Kilogram Narkoba dan Senpi ‎

“Nanti akan diberikan notifikasi sebelum, saat dan sesudah hari lahirnya di bulan tersebut,” lanjutnya.

Sementara bagi yang tidak memiliki ponsel, bisa langsung mendatangi puskesmas terdekat. Tidak perlu memilih puskesmas sesuai dengan alamat domisili.

“Cukup dengan membawa identitas diri,” ungkap dia.

Disisi lain, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi sebelumnya menjelaskan skrining kesehatan gratis ditujukan untuk melihat 75 jenis penyakit atau masalah kesehatan.

dr Nadia juga menyebut skrining kesehatan gratis yang tadinya hanya untuk 14 penyakit, kini ditambahkan lebih banyak untuk pemeriksaan lain. Termasuk pemeriksaan ginjal, talasemia, hingga mata.

Sasaran pemeriksaan mulai dari balita hingga lansia

Pemeriksaan berdasarkan kelompok usia Layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini dibagi berdasarkan kelompok usia dengan cakupan penyakit yang telah ditentukan sebagai berikut:

Pemeriksaan untuk Balita:

1.  Hipotiroid kongenital

2. Penyakit jantung bawaan kritis

3. Hiperplasia adrenal kongenital

4. Defisiensi G6PD

5. Pertumbuhan Perkembangan

6. Indera pendengaran

7. Indera penglihatan

8. Gigi dan mulut

9. Talasemia

10. Hepar

Pemeriksaan untuk Remaja:

1. Indera pendengaran

2. Indera penglihatan

3. Gigi dan mulut

4. Talasemia

Baca Juga :  Ketum BPI Rahmad Sukendar: Praktik Oplosan Gas Elpiji Harus Ditindak Tegas

5. Anemia

6. Obesitas

7. Diabetes melitus

8. Hipertensi

9. Paru-paru

10. Kesehatan jiwa

11. Kebugaran Hepar

Pemeriksaan untuk Dewasa (18-39 tahun):

1. Indera pendengaran

2. Indera penglihatan

3. Gigi dan mulut

4. Obesitas

5. Diabetes melitus

6. Hipertensi

7. Penyakit ginjal kronik

8. Paru-paru

9. Kesehatan jiwa

10. Kebugaran

11. Kanker payudara

12. Kanker leher rahim

13. Faktor risiko jantung stroke

14. Hepar

15. Osteoporosis

Pemeriksaan untuk Dewasa (40-59 tahun):

1. Indera pendengaran

2. Kolesterol

3. Indera penglihatan

4. Gigi dan mulut

5. Obesitas

6. Diabetes melitus

7. Hipertensi

8. Faktor risiko stroke

9. Faktor risiko jantung

10. Penyakit ginjal kronis

11. Paru-paru

12. Kesehatan jiwa

13. Kebugaran

14. Kanker payudara

15. Kanker leher rahim

16. Kanker usus

17. Hepar

18. Osteoporosis

Pemeriksaan untuk Lansia (60 tahun ke atas):

1. Indera pendengaran

2. Indera penglihatan

3. Gigi dan mulut

4. Obesitas

5. Diabetes melitus

6. Hipertensi

7. Kolesterol

8. Faktor risiko stroke

9. Faktor risiko jantung

10. Penyakit ginjal kronis

11. Paru-paru

12. Kesehatan jiwa

13. Kebugaran

14. Kanker payudara

15. Kanker leher rahim

16. Kanker usus

17. Geriatri

18. Hepar

19. Osteoporosis

Berita Terkait

Pemuda Timur Tegaskan Dukungan: Polri Tetap di Bawah Presiden demi Stabilitas Nasional
KNMP Banyuwangi Jadi Kawasan Tematik Hilirisasi Berbasis Wisata Kuliner
Kementan Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas ke Tiga Negara, Nilai Tembus Rp18,2 Miliar
Neneng Anjarwati Hadiri Pemakaman Militer Try Sutrisno di TMP Kalibata
Sinergi Bhabinkamtibmas dan Patroli TPP Polres Metro Jakarta Barat, Jaga Kondusifitas Ramadhan di Wilayah Roa Malaka
KKP Perkuat Penyelenggaran Nilai Ekonomi Karbon untuk Capaian Target SNDC
Menteri Trenggono Ingin Kembangkan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
Sengketa Hotel Sultan Disorot A-GMK, Kepastian Hukum Dipertanyakan

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 18:48 WIB

Pemuda Timur Tegaskan Dukungan: Polri Tetap di Bawah Presiden demi Stabilitas Nasional

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:31 WIB

KNMP Banyuwangi Jadi Kawasan Tematik Hilirisasi Berbasis Wisata Kuliner

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:36 WIB

Kementan Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas ke Tiga Negara, Nilai Tembus Rp18,2 Miliar

Senin, 2 Maret 2026 - 20:34 WIB

Neneng Anjarwati Hadiri Pemakaman Militer Try Sutrisno di TMP Kalibata

Senin, 2 Maret 2026 - 19:49 WIB

Sinergi Bhabinkamtibmas dan Patroli TPP Polres Metro Jakarta Barat, Jaga Kondusifitas Ramadhan di Wilayah Roa Malaka

Berita Terbaru