Modus Jual Perak Antam, Wanita di Cirebon Gelapkan Uang Puluhan Juta

- Jurnalis

Minggu, 12 Oktober 2025 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIREBON, news.devilo.co – Unit Reserse Kriminal Polsek Cirebon Selatan Timur berhasil menangkap seorang perempuan berinisial (IS) warga Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

‎Pasalnya, ia diduga melakukan penipuan dan penggelapan uang dengan modus jual beli perak antam secara daring.

‎Kapolsek Cirebon Selatan Timur, AKP Juntar Hutasoit mengatakan, kasus ini terungkap setelah pihaknya menerima laporan dari korban bernama Yunitawati Atmadjaja, warga Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎‎Korban tertarik membeli perak antam setelah melihat unggahan di akun Instagram @indaghsusan, yang menampilkan stok logam mulia tersebut.

‎“Korban memesan dua kilogram perak antam senilai Rp67,5 juta, namun hanya menerima barang seberat 500 gram,” kata AKP Juntar, Sabtu (11/10/2025).

‎Menurutnya, setelah menerima transfer uang, pelaku terus menunda pengiriman sisa barang dan memberikan berbagai alasan.

Baca Juga :  33 Tahun Kota Tangerang, FAM: Masalah Dasar Tak Kunjung Tuntas

Karena merasa dirugikan, korban akhirnya melapor ke Polsek Cirebon Selatan Timur.

‎Dari hasil penyelidikan yang dipimpin Panit I Reskrim Iptu Franciscus Heru Purwandhali, diketahui bahwa pelaku memang sering melakukan praktik serupa dengan berpura-pura menjadi penjual atau reseller perak antam untuk menarik minat calon pembeli.

‎Keterangan korban diperkuat oleh sejumlah saksi, di antaranya Daud Muljanto, Revinatalia Ruauw, dan Iis Supriyatin, yang semuanya merupakan warga Kota Cirebon.

‎Mereka menyebut pelaku aktif menawarkan logam mulia melalui media sosial dan berinteraksi langsung dengan calon pembeli.

‎Pelaku akhirnya ditangkap pada Jumat (10/10/2025) malam di wilayah Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

‎Setelah menjalani pemeriksaan intensif, penyidik menetapkan IS sebagai tersangka dan menahannya pada Sabtu dini hari (11/10/2025).

Baca Juga :  Tasyakuran Potong Tumpeng Meriahkan Peringatan HPN 2026 di Polsek Kelapa Gading

‎Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, antara lain tangkapan layar percakapan WhatsApp antara pelaku dan korban, bukti transfer bank, rekening koran digital, serta satu batang perak antam seberat 500 gram.

‎‎“Tersangka dijerat Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara,” ujar AKP Juntar.

‎Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati bertransaksi secara daring, terutama dengan pihak yang belum dikenal.

‎“Pastikan memverifikasi identitas penjual dan segera laporkan jika menemukan praktik serupa melalui Call Center 110 atau WhatsApp Lapor Kapolres Bae dan Tim Maung Presisi 851,” tambahnya.*(Panji)

Berita Terkait

Dilaporkan ke Polisi dan Ombudsman Republik Indonesia, Sengketa Tanah di Denpasar Minta Kepastian Hukum
Polri Diminta Responsif terhadap Sorotan Publik
Gudang Penimbunan Solar Subsidi Ilegal Diduga ‘Diselamatkan’ Sebelum Aparat Tiba: Skandal Bocor Informasi?
Pelajar Jadi Korban, HIMMARAYA Desak Penegakan Tanpa Tawar
Aceng Syamsul Hadie: Menembus Kebuntuan SP3 Atas Kasus Pengrusakan Rumah Wastinah 2016 Indramayu: Ujian Serius bagi Akuntabilitas Polri
Satresmob Polri Berhasil Ringkus 3 Pelaku Perampokan Dengan Senpi Di Tulang Bawang Barat
Satpol PP Jakbar Sita Ribuan Botol Miras Ilegal
Perampasan Motor di Pasar Gotong Royong, Ketua LSM Barata Datangi Polsek Pasar Kemis

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 18:41 WIB

Dilaporkan ke Polisi dan Ombudsman Republik Indonesia, Sengketa Tanah di Denpasar Minta Kepastian Hukum

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:21 WIB

Polri Diminta Responsif terhadap Sorotan Publik

Rabu, 25 Februari 2026 - 19:37 WIB

Gudang Penimbunan Solar Subsidi Ilegal Diduga ‘Diselamatkan’ Sebelum Aparat Tiba: Skandal Bocor Informasi?

Senin, 23 Februari 2026 - 18:43 WIB

Pelajar Jadi Korban, HIMMARAYA Desak Penegakan Tanpa Tawar

Senin, 23 Februari 2026 - 15:54 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Menembus Kebuntuan SP3 Atas Kasus Pengrusakan Rumah Wastinah 2016 Indramayu: Ujian Serius bagi Akuntabilitas Polri

Berita Terbaru