Gubernur Pramono Tinjau Pengerukan Kali Sepak Segmen 1 Kembangan

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, news.devilo.co – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo bersama Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Ika Agustin Ningrum, Wakil Ketua DPRD, Ima Mahdiah dan Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah meninjau pengerukan Kali Sepak segmen 1, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (26/01/2026).

Upaya preventif ini dilakukan guna memastikan aliran air menuju Cengkareng Drain tetap optimal, menyusul tingginya intensitas hujan di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir.

Selain itu, kegiatan ini juga untuk meningkatkan kapasitas tampung air sehingga meminimalkan risiko genangan dan banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat ini, kita melakukan pengerukan di Kali Sepak Kembangan yang alirannya menuju Cengkareng Drain, yang kemarin juga telah kita tinjau bersama. Saya ingin memastikan pengerukan berjalan optimal karena di lokasi ini pengerukan dilakukan secara rutin untuk menjaga daya tampung air kali,” ujar Mas Pram sapaan akrabnya.

Diketahui, Kali Sepak atau Uwungan memiliki lebar sekitar sembilan meter. Pengerukan dilakukan pada lebar enam meter dengan jarak aman 1,5 meter dari sisi tebing guna mengurangi risiko longsor.

Secara keseluruhan, rencana total volume pengerukan mencapai 7.458 meter kubik sepanjang 1.243 meter yang terbagi dalam tiga segmen.

Baca Juga :  Patroli Skala Besar Cipkon Guna Cegah Gangguan Kamtibmas

“Pengerukan ini bertujuan menjaga kelancaran aliran air, mengingat Kali Sepak merupakan salah satu muara penting yang terhubung lintas wilayah, termasuk ke Cengkareng Drain. Selain itu, pengerukan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung air serta mengatasi pendangkalan akibat endapan lumpur dan sampah,” jelasnya.

Pramono menyebut, bahwa pengerukan merupakan upaya rutin sekaligus langkah mitigasi bencana untuk meminimalkan risiko banjir dan genangan, khususnya saat curah hujan tinggi.

Dengan demikian, potensi banjir, khususnya di kawasan Kompleks BTN, dapat dicegah.

Namun, Pramono menegaskan pengerukan kali akan terus dilakukan, terlebih Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi curah hujan tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Bahkan, ia juga menginstruksikan jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta agar melakukan penanganan preventif secara maksimal.

Saat ini, sekitar 200 unit excavator telah dikerahkan di lima wilayah Jakarta.

“Mudah-mudahan tindakan preventif yang kita lakukan dapat mengurangi dampak banjir di Jakarta. Saya juga telah memerintahkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca mulai besok untuk menekan potensi banjir,” ungkapnya.

Baca Juga :  Himpunan Mahasiswa Bungo se-Jabodetabek Sukses Gelar Mubeslub, Kepengurusan Baru Siap Membawa Perubahan

Selain pengerukan rutin, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan langkah jangka menengah melalui normalisasi tiga sungai utama, yakni Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, dan Kali Cakung Lama.

Normalisasi Sungai Ciliwung akan segera dilakukan bekerja sama dengan pemerintah pusat, sementara normalisasi Sungai Krukut dan Kali Cakung Lama ditargetkan mulai dilaksanakan tahun ini.

“Normalisasi Sungai Ciliwung akan segera dimulai bersama pemerintah pusat melalui pembangunan tanggul. Sementara itu, normalisasi Sungai Krukut dan Kali Cakung Lama ditargetkan mulai dilaksanakan tahun ini,” pungkasnya.

Adapun, pembagian segmen pengerukan meliputi Segmen 1, dari pertemuan Kali Angke, Jembatan Jalan Kembangan Baru hingga Jembatan Jalan Pulau Bira sepanjang 578 meter.

Segmen 2, dari Jembatan Jalan Pulau Bira hingga Jembatan JA sepanjang 430 meter; serta Segmen 3, dari Jembatan JA hingga Jembatan Kembangan Raya sepanjang 235 meter.

Saat ini, pengerukan difokuskan pada Segmen 1 dengan target volume sekitar 3.468 meter kubik.

Hingga Jumat (23/1), realisasi pengerukan telah mencapai 2.035 meter kubik sepanjang 578 meter, melibatkan tiga unit excavator amphibious serta 10 unit dump truck.

Penulis : Kipray

Berita Terkait

Kapolres Priok Hadiri Rapat Forkopimko Jakarta Utara, Bahas Koordinasi, Perkuat Sinergi Pengamanan Ramadhan & Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Safari Ramadan di Tanjung Duren, Wali Kota Iin Mutmainnah Tekankan Sinergi Pemerintah dan Warga
Langgar Status Penyegelan? Padel MMT Kembangan Kembali Disorot Soal Aktivitas di Dalam Area
Menunggu Nyali Kasat Satriadi, Reklame Ilegal Dibiarkan
Gubernur Pramono Sampaikan Pendapat Terhadap Dua Raperda di DPRD DKI Jakarta
Kantor Kota Administrasi Jakarta Utara Berbenah Total, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Indah
Langgar Aturan Perizinan, Gedung Padel MMT Dipasangi Segel Merah
Aneh! Walau Ada “Koyo Merah”, Reklame HP Tetap Tayang

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:43 WIB

Kapolres Priok Hadiri Rapat Forkopimko Jakarta Utara, Bahas Koordinasi, Perkuat Sinergi Pengamanan Ramadhan & Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Selasa, 3 Maret 2026 - 11:50 WIB

Safari Ramadan di Tanjung Duren, Wali Kota Iin Mutmainnah Tekankan Sinergi Pemerintah dan Warga

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Langgar Status Penyegelan? Padel MMT Kembangan Kembali Disorot Soal Aktivitas di Dalam Area

Senin, 2 Maret 2026 - 19:07 WIB

Menunggu Nyali Kasat Satriadi, Reklame Ilegal Dibiarkan

Senin, 2 Maret 2026 - 16:51 WIB

Gubernur Pramono Sampaikan Pendapat Terhadap Dua Raperda di DPRD DKI Jakarta

Berita Terbaru