Gudang Penimbunan Solar Subsidi Ilegal Diduga ‘Diselamatkan’ Sebelum Aparat Tiba: Skandal Bocor Informasi?

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTRET - raib sebelum disentuh, skandal kebocoran informasi menjadi misteri di Gudang Penimbunan Solar Subsidi Ilegal dan adanya dugaan kongkalikong. (Foto: Ilustrasi Dok. Suara Realitas/Za).

POTRET - raib sebelum disentuh, skandal kebocoran informasi menjadi misteri di Gudang Penimbunan Solar Subsidi Ilegal dan adanya dugaan kongkalikong. (Foto: Ilustrasi Dok. Suara Realitas/Za).

KABUPATEN BOGOR, news.devilo.co – Dugaan kebocoran informasi terkait adanya aktivitas sebuah gudang penimbunan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar yang berada di Jl. Raya Narogong No. 75, Kampung Bakom RT. 002/004, Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi sorotan serius.

Pemerhati kebijakan publik dan lingkungan, Syamsul Jahidin menilai, bahwa peristiwa ini tak bisa dianggap remeh dan sudah masuk kategori insiden kritis.

Menurut penggiat politik lokal, dugaan kebocoran informasi tersebut patut diduga valid, mengingat pola seperti ini lazim terjadi dalam praktik menindaklanjuti laporan atau dumas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini masalah besar. Kalau menurut saya masuk kategori critical. Kok bisa data valid dari sumber dan masyarakat sekitar bisa terpatahkan begitu saja, secepat itukah mengosongkannya? Jadi ini harus segera ditangani,” kritik Managing Partner Litigation ANF Law Office saat dihubungi news.devilo.co, Rabu (25/2/2026).

Peraih penghargaan Non Hakim Mediator Gold Award menyebut, teknik yang digunakan dalam kasus seperti ini diduga kongkalikong hingga sudah berkoordinasi yang kerap melibatkan dugaan banyak oknum anggota berseragam coklat aktif.

Baca Juga :  Heboh! Ratusan Meter Kabel Listrik Dicuri di Tengah Kondisi Pembangunan Proyek PSN, Oknum Internal PLN Diduga Terlibat?

Dia mengingatkan Pemprov Jabar dan Polda Jabar untuk tidak tinggal diam dan segera mengaktifkan protokol incident response.

“Anggap saja ini kebakaran data. Harus cepat direspons. Cari penyebabnya, serta pembelajaran untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Ini enggak bisa dibiarkan. Harus ada pelajaran yang diambil,” kata pemohon uji materi Undang-Undang Kepolisian di MK sambil menjelaskan.

Sebelumnya, menurut sumber, bahwa gudang tersebut memanglah diduga tempat menyimpan stok dalam jumlah besar.

Diketahui, penimbunan itu diketahui berkat laporan masyarakat kepada tim investigasi news.devilo.co.

Selain itu, sejumlah warga menilai kegiatan itu bukan operasi kecil, melainkan indikasi jaringan penimbunan terstruktur.

Atas kodisi itu, mereka menyoroti kejanggalan dan memperkuat dugaan adanya aliran distribusi tidak resmi yang mengalihkan solar subsidi dari jalur sah ke pasar gelap.

“Seolah-olah truk itu beli solar biasa. Mereka berulang-ulang isi solar di SPBU, pergi terus balik lagi,” ujarnya.

Kendati demikian, melalui laporan dari Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison bersama Kanit Provost Polsek Cileungsi didampingi Ketua RW, Kapolres Kabupaten Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto menyampaikan informasi kepada news.devilo.co pada Rabu, 25 Februari 2026, sekitar pukul 12.55 WIB.

Baca Juga :  Toko Kelontong Nekat Jual Miras Ilegal di Depan Masjid Bersejarah Bekasi, Penjaga Akui Pemiliknya Oknum Anggota Berseragam Aktif

Wikha mengaku, bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan terkait dengan adanya informasi atas dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi Jenis Solar di wilayah Hukum Polsek Cileungsi.

“Untuk hasil pengecekan tidak ditemukan adanya penyimpanan BBM bersubsidi Jenis Solar dilokasi tersebut,” tulisnya saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Dia pun menambahkan, berdasarkan keterangan dari Sihombing selaku pemilik gudang yang berada di seberang lokasi bahwa sudah sekitar dua bulan lokasi tersebut tidak ada aktifitas.

Sementara itu, yang pernah mengontrak dilokasi tersebut diketahui Simanjuntak dan Pasaribu.

Namun, sudah sekitar dua bulan lokasi tersebut tidak beroperasi, serta tidak adanya kendaraan yang parkir di depan lokasi tersebut.

Kini, news.devilo.co tengah berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.

Di saat situasi tidak menentu, news.devilo.co tetap berkomitmen memberikan fakta dan realita jernih dari situasi dan kondisi lapangan. Ikuti terus update terkini news.devilo.co.

Berita Terkait

Dilaporkan ke Polisi dan Ombudsman Republik Indonesia, Sengketa Tanah di Denpasar Minta Kepastian Hukum
Polri Diminta Responsif terhadap Sorotan Publik
Pelajar Jadi Korban, HIMMARAYA Desak Penegakan Tanpa Tawar
Aceng Syamsul Hadie: Menembus Kebuntuan SP3 Atas Kasus Pengrusakan Rumah Wastinah 2016 Indramayu: Ujian Serius bagi Akuntabilitas Polri
Satresmob Polri Berhasil Ringkus 3 Pelaku Perampokan Dengan Senpi Di Tulang Bawang Barat
Satpol PP Jakbar Sita Ribuan Botol Miras Ilegal
Perampasan Motor di Pasar Gotong Royong, Ketua LSM Barata Datangi Polsek Pasar Kemis
Diduga Libatkan Oknum Berseragam, Penjualan Obat Keras di Jakarta Timur Jadi Sorotan

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 18:41 WIB

Dilaporkan ke Polisi dan Ombudsman Republik Indonesia, Sengketa Tanah di Denpasar Minta Kepastian Hukum

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:21 WIB

Polri Diminta Responsif terhadap Sorotan Publik

Rabu, 25 Februari 2026 - 19:37 WIB

Gudang Penimbunan Solar Subsidi Ilegal Diduga ‘Diselamatkan’ Sebelum Aparat Tiba: Skandal Bocor Informasi?

Senin, 23 Februari 2026 - 18:43 WIB

Pelajar Jadi Korban, HIMMARAYA Desak Penegakan Tanpa Tawar

Senin, 23 Februari 2026 - 15:54 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Menembus Kebuntuan SP3 Atas Kasus Pengrusakan Rumah Wastinah 2016 Indramayu: Ujian Serius bagi Akuntabilitas Polri

Berita Terbaru