Jakarta, Suararealitas.co – Kepala Desa Sumbon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, H. Tarjo, menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP APDESI) periode 2026–2031 yang digelar di Auditorium Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Senin (16/2/2026).
Kegiatan nasional tersebut mengusung tema “Konsolidasi APDESI dalam Sinergi Asta Cita dan Panca Nusantara” dan dihadiri sekitar 1.000 peserta dari seluruh Indonesia. Peserta terdiri atas perwakilan 37 DPD APDESI provinsi, 416 DPC APDESI kabupaten, serta 18 DPC APDESI kota, yang mencerminkan kuatnya konsolidasi organisasi pemerintah desa secara nasional.
Rakernas ini menjadi momentum strategis bagi APDESI untuk memperkuat kinerja organisasi sekaligus menindaklanjuti pelantikan kepengurusan baru DPP APDESI periode 2026–2031. Selain itu, forum ini dimanfaatkan untuk menyelaraskan program kerja organisasi dengan agenda besar pembangunan nasional yang berorientasi pada penguatan desa sebagai fondasi utama pembangunan.
Sebagai organisasi tingkat pusat yang menaungi kepala desa dan perangkat desa, baik aktif maupun purna bakti, APDESI memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah pusat. Melalui Rakernas ini, APDESI menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan desa, meningkatkan kapasitas pemerintahan desa, serta memperjuangkan kesejahteraan masyarakat desa di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, H.Tarjo menyampaikan harapannya agar desa-desa di Indonesia semakin maju dan mampu bersatu dalam semangat kebersamaan.
“Harapannya, mudah-mudahan desa semuanya bisa maju. Bisa maju dan rumah-rumah bisa bersatu. Supaya desa itu bisa makmur dan sejahtera bagi semua rakyat, terutama yang ada di desa,” ujar Tarjo.
Ia juga memaparkan sejumlah program pembangunan yang tengah berjalan di Kabupaten Indramayu, khususnya di Desa Sumbon. Beberapa di antaranya adalah pembangunan KDNP (Koperasi Desa Merah Putih) sebagai penggerak ekonomi masyarakat, serta pembangunan jalan desa dan jalan lingkungan yang hingga kini masih menjadi prioritas utama pemerintah desa.
Menurut Tarjo, tantangan berupa pengurangan dana desa tidak boleh menjadi hambatan bagi pemerintah desa untuk berhenti berinovasi dan bekerja. Justru kondisi tersebut mendorong desa untuk lebih kreatif dalam mencari terobosan pembangunan.
“Walaupun dana desa berkurang, desa tidak akan berhenti. Kami tetap semangat untuk mencari solusi dan terus bekerja demi kemajuan desa, menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Partisipasi aktif Kepala Desa Sumbon dalam Rakernas APDESI ini dinilai sebagai wujud nyata komitmen pemerintah desa dalam mendukung konsolidasi nasional, sekaligus menyinergikan program pembangunan desa dengan visi pembangunan jangka panjang nasional.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan yang terus dijaga, diharapkan desa-desa di seluruh Indonesia mampu menjadi pilar utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, makmur, dan berdaya saing di tingkat global.


































