Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Dimakamkan di TMP Kalibata, Negara Beri Penghormatan Terakhir

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co — Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo, yang terakhir menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina, wafat pada usia 78 tahun. Almarhum meninggal dunia pada Sabtu, 8 Februari 2026, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya sejak beberapa bulan terakhir.

Kepergian Agus Widjojo meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi TNI dan bangsa Indonesia. Sosoknya dikenal luas sebagai perwira tinggi TNI yang berintegritas, pemikir strategis, sekaligus tokoh penting dalam proses reformasi militer di Indonesia.

Jenazah almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, pada Senin, 09 Februari 2026. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan penuh suasana duka, dipimpin dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa, dedikasi, dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upacara pemakaman dihadiri oleh keluarga besar almarhum, termasuk istri dan anak-anak, serta kerabat dan kolega dari lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat, Laut, dan Udara. Sejumlah pejabat negara, tokoh militer, diplomat, serta para undangan turut hadir memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri untuk kepentingan negara.

Sekitar pukul 11.45 WIB, prosesi penurunan peti jenazah ke liang lahat berlangsung dengan penuh hikmat. Iringan doa, tabur bunga, serta penghormatan militer mengantar almarhum ke peristirahatan terakhirnya. Suasana haru menyelimuti prosesi tersebut, menandai berakhirnya perjalanan hidup seorang prajurit, negarawan, dan pemikir bangsa.

Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo merupakan putra dari almarhum Pahlawan Revolusi RI, Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo. Latar belakang keluarga tersebut turut membentuk karakter dan nilai pengabdian yang kuat dalam diri Agus Widjojo sejak awal pengabdiannya di dunia militer.

Baca Juga :  Polri Serahkan Ratusan Paket Sembako kepada Warga Candulan, Cipondoh Kota Tangerang

Sepanjang kariernya, Agus Widjojo dikenal sebagai salah satu perwira TNI yang memiliki peran penting dalam mendorong reformasi institusional di tubuh militer Indonesia. Ia termasuk tokoh yang aktif merumuskan desain peran dan fungsi TNI dalam kerangka negara demokratis, terutama pada masa transisi pasca-Reformasi 1998.

Pemikiran dan gagasannya memberikan kontribusi signifikan dalam proses transformasi TNI, khususnya dalam peneguhan supremasi sipil, profesionalisme militer, serta penataan hubungan sipil-militer yang sehat dan konstitusional. Almarhum juga dikenal sebagai sosok yang berani menyampaikan pandangan kritis terhadap konsep dwifungsi ABRI yang berlaku pada era Orde Baru.

Sebagai pemikir pertahanan dan ketatanegaraan, Agus Widjojo kerap menekankan pentingnya netralitas TNI dalam politik serta kepatuhan terhadap aturan dan konstitusi. Gagasan-gagasannya menjadikannya salah satu rujukan utama dalam diskursus reformasi sektor pertahanan nasional.

Saat menjabat sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Agus Widjojo dikenal sebagai pemimpin yang bersahaja, intelektual, dan terbuka terhadap dialog. Di bawah kepemimpinannya, Lemhannas berkembang sebagai ruang strategis untuk kajian kebangsaan, penguatan nilai-nilai demokrasi, serta pembentukan pemimpin nasional yang berwawasan kebangsaan.

Kesaksian mengenai prinsip dan keteladanan almarhum juga disampaikan oleh sang istri, Ranny Moerni Cahyani. Ia menegaskan bahwa semasa hidupnya, Agus Widjojo dikenal konsisten memperjuangkan penegakan aturan dan konstitusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Semua harus dijalankan sesuai aturan, sesuai konstitusi. Itu prinsip yang selalu beliau pegang. Berkat jasa dan perjuangan para perwira reformis, termasuk beliau, TNI akhirnya dikembalikan kepada rakyat. Itu yang terus beliau perjuangkan,” ujarnya.

Menurut Ranny, meskipun saat ini TNI memiliki citra yang baik di mata masyarakat, almarhum selalu menekankan bahwa profesionalisme, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap hukum harus terus dijaga sebagai fondasi utama institusi militer.

Baca Juga :  Menko Polkam Apresiasi Langkag Tegas TNI AL Gagalkan Penyeludupan Narkotika di Batam

Ia juga mengungkapkan bahwa Agus Widjojo telah lama berjuang melawan sakit yang dideritanya sejak Oktober lalu. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara.

“Bapak sudah sakit sejak Oktober, tapi beliau orang yang sangat semangat. Tidak pernah lelah dan selalu berusaha memenuhi janji. Dalam keadaan sakit pun, bapak tetap menjalankan tugas. Beliau tidak pernah putus asa,” tuturnya.

Ranny menggambarkan almarhum sebagai sosok yang sangat menginspirasi, baik sebagai pemimpin, suami, maupun pribadi. Selama mendampingi Agus Widjojo, ia mengaku memperoleh banyak pelajaran hidup yang berharga.

“Bapak bagi saya adalah seorang coach. Dari saya yang tidak tahu apa-apa, beliau mendidik saya sampai saya mengerti, tahu keadaan, dan tahu bagaimana harus berpikir,” katanya.

Almarhum, lanjutnya, selalu menekankan pentingnya kebersamaan dalam setiap langkah perjuangan. “Beliau selalu bilang, kita harus berjalan, maju, dan melangkah bersama. Dari situ pikiran saya terbuka,” kenangnya.

Dengan suara bergetar, Ranny menyampaikan rasa bangga yang mendalam kepada almarhum. “Saya sangat bangga kepada bapak. Beliau adalah sosok luar biasa dan menjadi teladan, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo dikenang sebagai tokoh militer, diplomat, dan pemikir pertahanan nasional yang memiliki integritas tinggi serta komitmen kuat terhadap demokrasi. Rekam jejak, pemikiran, dan keteladanannya akan terus menjadi bagian penting dalam sejarah reformasi TNI dan pembangunan sistem pertahanan Indonesia.

Berita Terkait

Pemuda Timur Tegaskan Dukungan: Polri Tetap di Bawah Presiden demi Stabilitas Nasional
KNMP Banyuwangi Jadi Kawasan Tematik Hilirisasi Berbasis Wisata Kuliner
Kementan Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas ke Tiga Negara, Nilai Tembus Rp18,2 Miliar
Neneng Anjarwati Hadiri Pemakaman Militer Try Sutrisno di TMP Kalibata
Sinergi Bhabinkamtibmas dan Patroli TPP Polres Metro Jakarta Barat, Jaga Kondusifitas Ramadhan di Wilayah Roa Malaka
KKP Perkuat Penyelenggaran Nilai Ekonomi Karbon untuk Capaian Target SNDC
Menteri Trenggono Ingin Kembangkan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
Sengketa Hotel Sultan Disorot A-GMK, Kepastian Hukum Dipertanyakan

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 18:48 WIB

Pemuda Timur Tegaskan Dukungan: Polri Tetap di Bawah Presiden demi Stabilitas Nasional

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:31 WIB

KNMP Banyuwangi Jadi Kawasan Tematik Hilirisasi Berbasis Wisata Kuliner

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:36 WIB

Kementan Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas ke Tiga Negara, Nilai Tembus Rp18,2 Miliar

Senin, 2 Maret 2026 - 20:34 WIB

Neneng Anjarwati Hadiri Pemakaman Militer Try Sutrisno di TMP Kalibata

Senin, 2 Maret 2026 - 19:49 WIB

Sinergi Bhabinkamtibmas dan Patroli TPP Polres Metro Jakarta Barat, Jaga Kondusifitas Ramadhan di Wilayah Roa Malaka

Berita Terbaru