KKP Perkuat Kolaborasi Pelatihan SDM dengan Mitra Pembangunan

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, (28/1) Suararealitas.co — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) kelautan dan perikanan sebagai fondasi utama keberhasilan ekonomi biru. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pertemuan Nasional Mitra Pembangunan bertema “Mewujudkan SDM KP Unggul melalui Kolaborasi Pelatihan Mendukung Ekonomi Biru” yang diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan (Puslat KP), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), di Jakarta pada 26 Januari lalu.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi KKP dengan mitra pembangunan nasional dan internasional dalam pengembangan pelatihan, peningkatan kompetensi, serta sertifikasi SDM kelautan dan perikanan yang adaptif terhadap tantangan global dan perubahan iklim.

Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menegaskan bahwa keberhasilan agenda ekonomi biru KKP tidak dapat dilepaskan dari kesiapan SDM yang kompeten, tersertifikasi, dan berdaya saing. “Pembangunan sektor KP tidak bisa hanya delivering program fisik. Yang jauh lebih penting adalah menyiapkan kapasitas sumber daya manusianya,” tegas Nyoman dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (28/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pembangunan sektor KP harus dibarengi penguatan kapasitas SDM di seluruh rantai pengelolaan, mulai dari perikanan tangkap, budi daya, konservasi, hingga pengawasan. Karena itu, kolaborasi dengan mitra pembangunan dinilai strategis, tidak hanya dalam pelatihan, tetapi juga dalam sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional.

“Pelatihan merupakan langkah yang penting. Kedepan, kita harus melangkah ke sertifikasi kompetensi yang diakui, bahkan secara internasional, agar SDM kita benar-benar siap dan kredibel,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejalan dengan arahan Presiden RI melalui Astacita, SDM kelautan dan perikanan merupakan modal strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi biru, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir menuju Indonesia Emas 2045.

“Ekonomi biru bukan sekadar jargon, melainkan jalan masa depan Indonesia sebagai poros maritim dunia, dan keberhasilannya sangat ditentukan oleh kualitas SDM kelautan dan perikanan,” kata Nyoman.

*Kolaborasi Pelatihan Berbasis Dampak*

Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan, Lilly Aprilya Pregiwati, dalam laporannya menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi wujud komitmen Puslat KP untuk memperkuat pengembangan SDM KP yang kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Media Besar Bersaing Perebutkan Hadiah Adinegoro Rp100 Juta Masing-masing Kategori

Dalam lima tahun terakhir, kolaborasi Puslat KP dengan mitra pembangunan telah menjangkau lebih dari 10.765 peserta pelatihan di berbagai wilayah Indonesia, baik dari kalangan aparatur maupun masyarakat pesisir dan perikanan. Seluruh modul dan kurikulum pelatihan tersebut telah diintegrasikan ke dalam Learning Management System (LMS) E-Milea sebagai upaya standardisasi dan keberlanjutan pelatihan lintas wilayah.

Pelatihan diarahkan untuk mendukung program prioritas KKP, antara lain perluasan kawasan konservasi perairan, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengawasan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta program Laut Sehat Bebas Sampah.

*Peran Mitra Pembangunan*

Dalam forum tersebut, Environmental Defense Fund (EDF) Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan kapasitas SDM KP, khususnya dalam pengelolaan perikanan yang adaptif terhadap perubahan iklim. Sejak 2019, EDF konsisten berkolaborasi dengan KKP melalui pengembangan kerangka pembelajaran, kurikulum, dan pelatihan di tingkat nasional hingga daerah.

“Penguatan kapasitas SDM menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim. Melalui kolaborasi dengan KKP, kami berharap pelatihan yang dikembangkan dapat memperkuat kebijakan berbasis data dan berdampak nyata bagi masyarakat perikanan,” ujar Country Representative EDF Indonesia, Abdul Halim.

Sementara itu, RARE Indonesia menekankan pentingnya pendekatan perubahan perilaku berbasis masyarakat. Wakil Presiden RARE Indonesia, Hari Kushardanto, menyampaikan bahwa manusia merupakan kunci utama solusi pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Selain EDF Indonesia dan RARE Indonesia, juga terdapat 6 mitra pembangunan lainnya yang bersinergi dengan Puslat KP. Dari kolaborasi ini, telah menghasilkan 36 modul pelatihan dan pedoman yang telah disusun untuk mendukung pengelolaan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Selain itu, modul juga dikembangkan untuk Marine Protected Area Center of Excellence, penguatan Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan, pemantauan pencemaran pesisir, serta pendekatan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem (Ecosystem Approach to Fisheries Management).

*Dampak Nyata di Lapangan*

Chichi Fitriana, Koordinator Penyuluh Perikanan Kab. Bolaang Mongondow yang merupakan penerima manfaat pelatihan dari mita pembangunan menyampaikan, bahwa melalui Training of Trainer (ToT) dibekali materi untuk meningkatkan kapasitas. “Pelatihan yang diberikan oleh Rare sebagai mitra pembangunan dan juga dari Puslat memberikan pemahaman tambahan terkait cara pendampingan atau metode fasilitasi kepada masyarakat, yaitu mengajak mereka berdiskusi, negosiasi dan terlibat aktif,” ujarnya.

Baca Juga :  Tanpa Dirusak Tambang Nikel, Valuasi Ekonomi Hutan Morowali Bisa Capai Rp 2,81 Triliun per Tahun, Lebih Tinggi dari Pendapatan Daerah

Salah satu penerima manfaat pelatihan, Nasrun, nelayan dari Bolaang Mongondow Timur, mengungkapkan bahwa pelatihan dan pendampingan yang diterimanya sejak 2023 memberikan manfaat nyata, mulai dari pemahaman menjaga kelestarian laut, penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, hingga literasi keuangan untuk pengelolaan rumah tangga nelayan. Hingga kini, kelompok nelayan di wilayahnya telah mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam praktik sehari-hari, dengan lebih disiplin menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan, menerapkan penangkapan ikan sesuai ukuran dan musim, serta mengelola hasil usaha secara lebih tertata dan berkelanjutan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan penandatanganan Komitmen Bersama Pengembangan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan dalam Mendukung Ekonomi Biru Tahun 2026. Komitmen yang ditandatangani oleh Kepala BPPSDM KP, Kepala Pusat Pelatihan KP, EDF, CTC, RARE Indonesia, YKAN, SMERU Research Institute, DWF Indonesia, WWF Indonesia, Rekam Nusantara Foundation, dan MERMAID Project ini menegaskan kesepakatan para pihak untuk memperkuat kolaborasi pelatihan yang berdampak, berkelanjutan, dan terintegrasi dalam sistem pelatihan KP, serta ditindaklanjuti melalui rencana aksi dan mekanisme evaluasi yang terukur.

Selepas Pertemuan Nasional Mitra Pembangunan, kegiatan pun dilanjutkan dengan Pelatihan Framework for Integrated Stock and Habitat Evaluation (FISHE) hasil kolaborasi EDF dan Puslat KP, sebagai bentuk implementasi nyata penguatan kapasitas SDM KP.

Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan investasi jangka panjang yang menentukan arah pembangunan KP Indonesia ke depan. Menurutnya, kolaborasi lintas pihak dalam pengembangan kapasitas SDM menjadi kunci untuk memastikan agenda ekonomi biru berjalan secara inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

 

Berita Terkait

Pemuda Timur Tegaskan Dukungan: Polri Tetap di Bawah Presiden demi Stabilitas Nasional
KNMP Banyuwangi Jadi Kawasan Tematik Hilirisasi Berbasis Wisata Kuliner
Kementan Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas ke Tiga Negara, Nilai Tembus Rp18,2 Miliar
Neneng Anjarwati Hadiri Pemakaman Militer Try Sutrisno di TMP Kalibata
Sinergi Bhabinkamtibmas dan Patroli TPP Polres Metro Jakarta Barat, Jaga Kondusifitas Ramadhan di Wilayah Roa Malaka
KKP Perkuat Penyelenggaran Nilai Ekonomi Karbon untuk Capaian Target SNDC
Menteri Trenggono Ingin Kembangkan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
Sengketa Hotel Sultan Disorot A-GMK, Kepastian Hukum Dipertanyakan

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 18:48 WIB

Pemuda Timur Tegaskan Dukungan: Polri Tetap di Bawah Presiden demi Stabilitas Nasional

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:31 WIB

KNMP Banyuwangi Jadi Kawasan Tematik Hilirisasi Berbasis Wisata Kuliner

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:36 WIB

Kementan Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas ke Tiga Negara, Nilai Tembus Rp18,2 Miliar

Senin, 2 Maret 2026 - 20:34 WIB

Neneng Anjarwati Hadiri Pemakaman Militer Try Sutrisno di TMP Kalibata

Senin, 2 Maret 2026 - 19:49 WIB

Sinergi Bhabinkamtibmas dan Patroli TPP Polres Metro Jakarta Barat, Jaga Kondusifitas Ramadhan di Wilayah Roa Malaka

Berita Terbaru